just flashback

just flashback
sahabat sekarang dan untuk selamanya

Sabtu, Agustus 20, 2011

Don't Judge by Its Cover

"Don’t judge by its cover"
Kata-kata ini memang sangat berlaku dan perlu diterapkan dalam kehdupan sehari-hari kita.aku disini mau berbagi pengalaman nih.sedikit pengalamanku yang sangat berhubungan dengan pepatah tadi
Tanggal 5 agustus 2011 merupakan hari yang sangat kutunggu-tunggu.Alasannya adalah karna hari ini aku akan pulang kampung.Pulang ke tanah kelahiranku di Bontang.aku dapet penerbangan citilink jam 7 pagi yang mana ini mengharuskan aku sudah harus berada di Surabaya sebelum jam tersebut.akhirnya aku pun memutuskan untuk naik travel langgananku yang biasanya langsung mengantarkanku langsung ke juanda.Akhirnya pada hari H aku dijemput sama itu travel jam 2 dinihari.wuiiih…kebayangkan gimana perjuanganku untuk bersiap2-siap sebelumnya.
Setelah duduk di atas mobil aku sadar,bahwa aku dijemput pertama kali.berarti kira-kira mash jemput 2 orang lagi nih.FYI,travelnya itu biasanya hanya mengangkut 3 penumpang dalam sekali perjalanan,dan tidak menggunakan mobil ELF yang besar itu,melainkan mobil avanza,xenia atau inova.malam itu kebetulan aku mendapat mobil inova.
Setelah menjemput 2 penumpang yang lain,aku bertanya ke Pak supir,”ini langsung ke bandara sekarang ya pak?”pak supir pun menjawab,”oh nggak mbak..masih ada 2 penumpang lagi.”what??aku mbatin dalam hati.dalam mobil ntar berarti ada 6 penumpang ma supir donk.God…untung tadi aku ngambil tempat duduk di depan,sebelah Pak supir.Jadi alamat aku ntar gag bakal ikut desek2an di belakang.
Mobil pun berhenti di depan rumah penumpang ke empat.pas klakson di pencet,yang kluar cewek-cewek kulit putih sipit-sipit gitu.wuih…manis-manis sih.pertama tak kira mereka orang china gitu.ternyata pas yang pesen travel itu naik mereka saling mengucapkan kata-kata yang aku yakin itu bukan aksen orang china,melainkan jepang.kudengar sedikit sang penumpang-yang ternyata dia sedang mengunjungi temannya di Indonesia dan ia sama sekali nggak bisa berbahasa Indonesia-mengucapkan kata “arigato” yang merupakan bahasa jepang yang berarti “terima kasih”.cewek cantik itu menggunakan masker,kuduga mungkin dia takut ketularan virus jeleknya orang Indonesia.hahaha.
Akhirnya mobil pun tiba di penumpang nomer lima.Lama banget nyari rumah ini.Kompleks perumahan sih,tapi terpencil banget.jalan-jalan di kompleks itu juga kecil-kecil,nggak nyerminin sebagaimana perumahan-perumahan seperti di kota biasanya.Setelah dibel,ternyata si calon penumpang ini belum siap-siap dan masih harus membereskan beberapa barangnya.God…ni anak mesti masih childish(bukan cheerleaders lho :p),ababil yang masih manja gitu,aku udah negative thingking dari awal.sembari nunggu si calon penumpang itu datang,rupanya pak supir berusaha mengajak komunikasi si cewek jepang tadi.”kamu pusing?”Tanya pak supir seraya memutar-mutarkan jari telunjuknya di atas kepala,isyarat sedang pusing.si cewek mungkin ngerti tapi ya gag ngerti-ngerti banged.dia pun Cuma menggeleng.”perlu obat?”pak supir nanya lagi.si cewek jepang pun hanya mengangkat bahu.aku pun berusaha turun tangan untuk membantu.Mengingat jurusan kuliahku adalah sastra inggris,malu donk klo gag bisa nolongin turis-turis dalam berkomunikasi.”are you sick?”aku bertanya.”no.”jawab si cewek jepang.”but u’ve got some headache right?”aku bertanya lagi.dia mengangguk.”you need some medicine?”aku tetep ngeyel nanya,dia nggeleng lagi.”we can exchange our seat if you want to.maybe u need more space place.”aku nawarin bantuan.”no,it’s comfort for me.here..”kata dia sambil nunjuk tempat duduknya.aku lega,sebenernya juga gag mau sih tukeran tempat duduk di belakang.udah pewe.
Si penumpang kelima pun keluar rumah.benar dugaanku.cewek babyface yang kukira-kira masih duduk di bangku SMA.berjilbab dengan celana jeans,kaos dan sweater coklat.benar-benar dandanan anak SMA.dia Cuma bawa barang sedikit.tas punggung,tas cangklongan dan satu lagi tas berukuran sedang yang ia sampirkan di tangan kanannya yg kuduga itu adalah tas kamera.dilihat dari style,cara berpakaian,tingkah laku sampe suaranya pun aku udah bisa nebak bahwa ni cewek berjilbab masih ababil yang kira-kira duduk di kelas dua SMA.
Sesampainya di juanda,si cewek jepang diturunkan di International Departure.ternyata dia mau langsung pulang ke jepang.kami penumpang sisanya pun turun di domestic departure.saat turun,pak supir nanya ke aku “ke Balikpapan naik citilink kan mbak?”.”iya pak.”jawabku.”ini mbak,mbaknya yang ini juga citilink ke Balikpapan jam 7.bareng paling mbak.”lanjut pak supir.bukan kali lagi pak.yowes pasti.batinku dalam hati.Yaudahlah,aku memutuskan untuk bareng sama ni anak SMA.tuaan aku ini,pikirku dalam hati.dia pasti nurut-nurut aja sama aku.
“shalat subuh nggak?”aku nanya ke dia.kulihat jam menunjukkan pukul 5.30.”iyaa.shalat dulu.cari musholla yuk.”ajaknya.kami berdua pun menyusuri jalan sepanjang bandara untuk mencari musholla.sambil berjalan dia mengjakku berkenalan.”aku Intan”katanya sambil mengulurkan tangan.”Novi”kataku.kami pun berjalan lagi.tapi dalam diam dan tanpa obrolan.aku pun memancing pembicaraan.”di Malang ngapain?sekolah atau kuliah?”tanyaku.”heh?”dia menoleh.kok malah ‘heh’ sih,aku mbatin .”iya..kamu tuh di Malang ngapain?kuliah apa masih SMA?klo aku sih kuliah di Brawijaya.baru mau semester 3 sih.”aku nyerocos,pamer.dia masih agak bingung.aduh Gusti..ini anak kenapa sih?ditanyain yang udah pake penjelasan aja masih eng-ung gitu.oke,aku akan nanya hal lain.”ke Balikpapan pulang kampung ya?”aku keukeuh nyari bahan obrolan.”nggak kok.”kata dia.”trus ngapain?”tanyaku lagi.”ini lagi mau ngelakuin penelitian.”jawabnya santai.hah?penelitian?penelitian apa?batinku.tapi aku malas dan juga gengsi buat nanya lebih lanjut.akhirnya aku diam aja.akhirnya kami menemukan musholla dan segera shalat.
Selesai shalat,kami memutuskan untuk beristirahat sebentar di musholla.aku pun ijin pergi ke toilet untuk merapikan kerudungku.Saat balik,kulihat ia lagi mainan BB-nya.ababil banget,batinku.Aku pun menghampirinya.”jadi…”aku membuka pembcaraan lagi.”kuliah apa masih sekolah?”tanyaku.dia tersenyum.”oh iyaa.tadi blum tak jawab yaa.”baru sadar??aku njawab dalam hati.”aku tuh udah lulus kuliah.tahun 2009 kemaren.”jawaban dia menohok jantung dan ulu hatiku.jadi dia bukan mahasiswa ataupun anak SMA??tapi udah lulus?God…aku malu banget.”ya ampun mbak..jadi udah lulusan kampus ceritanya?nggak ngomong daritadi sih…”aku refleks langsung menggunakan kata ‘mbak’ setiap memanggilnya.dia Cuma tersenyum aku ngomong kayak gitu.aku langsung mempunyai prediksi dan perkiraan dalam pikiranku.Mungkin nih cewek dulu lulusan fakultas perhutanan atau apalah,mengingat daerah yang akan dia tuju buat penelitian itu adalah Kalimantan,pulau yang sebagian besar masih hutan.atau mungkin juga dia lulusan fakultas yang berhubungan dengan hewan,trus ke Kalimantan buat neliti orang utan.Dua kemungkinan yang terbesar sih ini,pikirku.
Jam 7 kurang 10 kami naik pesawat.kami dapet tempat duduk nomor 6.masih deretan depan,pikirku.Begitu kami duduk,aku langsung buka buku Harry Potter and The Goblet of Fire yang kupinjem dari Nichan.sengaja kemaren-kemaren nggak kuselesian mbacanya,biar ntar ada bacaan waktu di pesawat atau bandara.Sementara aku ngeluarin buku,si mbaknya ngeluarin headset dan nancepin ujungnya ke hape.lalu diam dengerin lagu sambil terkadang nyanyi-nyanyi dikit.aku konsen dengan Harry Potter-ku.Walaupun udah pernah nyelesein buku itu buat lima kali atau lebih,aku tak pernah bosan untuk mbaca novel yang satu ini.
Satu jam kemudian,harpotnya udah selesei tak baca.pesawat ndarat masih kira-kira 20 menit lagi.aku diam ngeliatin keluar jendela,ngeliatin awan-awan,mulai berkhayal jadi Putri di Negri Dongeng,tiba-tiba si mbaknya nyolek aku.’lho mbacanya udah selesei?”dia nanya.”udah mbak.tadi sisa dikit aja kok.”aku njawab.semenjak tahu klo dia itu lebih tua daripada aku,sikap dan cara bicaraku kuakui agak lebih sopan dikit dibanding sebelumnya.”mbak mau neliti apa sih di Kalimantan?”aku pun gag kuat untuk gag nanya.”ya…sebenarnya gag neliti sih.lebih tepatnya mungkin ngambil gambar yg ada di kalimantan.foto-foto gitu lho.tapi ya masih ada unsur-unsur nelitinya dikit gitu.aku kan juga lagi jadi sukarelawan.”katanya.kok dari perhutanan dan kehewanan jadinya foto-foto yaa?trus apa tadi?relawan?relawan apa?dalam hati banyak sekali pertanyaan.”lha mbak dulu kuliah jurusan apa sih?”tanyaku.”DESIGN.”dia njawab.aku diem.”design apa mbak?”lanjut nanya lagi.”design grafis.”.”dulu kuliah dimana emang mbak?”.”di Trisakti,Jakarta.”alamaaak.bumi gonjang ganjing.jadi…jadi…jadi…
Jadi yang awalnya kukira dia adalah seorang ABG labil,gara-gara liat style sama denger suaranya ternyata malah seorang cewek yang udah lulus kuliah tahun 2009 kemaren.Kedua,kukira dia dulu lulusan dari fakultas yang berhubungan dengan kehutanan atau kehewanan yang intinya kuremehkan karna kupikir-pikir mungkin dia lulusan kampus terpencil-pencil gitu trus juga dia mau neliti di daerah Kalimantan,ternyata seorang cewek lulusan design grafis Trisakti yang lagi mau motret-motret disini.God…Bener-bener jangan pernah yaa ngejudge seseorang dari penampilan luarnya.Dan dengan kelanjutan ceritanya tadi aku tahu bahwa ia seorang relawan,ntah relawan apa dalam bidang potret-memotret ini dan itu berari dia terbang sekarang,disebelahku ini tanpa biaya sepersenpun yang dia keluarin.Semuanya murni dibiayain dari lembaga kecuali uang jajan.Tiket pesawat,makan sehari-hari dan akomodasi penginapan semuanya udah free.
“kamu mau ini nggak?aku dapet banyak kemaren.”si mbaknya ngagetin lamunanku sambil nyodorin postcard bergambar hutan Kalimantan beserta orangutannya.”buat aku nih mbak?”tanyaku malu-malu.”iya,ambil aja.aku masih punya banyak kok.”jawabnya.”aku minta dua ya mbak..”urat maluku putus.tapi emank ada dua model postcardnya.kan aku pengen punya dua-duanya.”iya.boleh kok.”ih…baik banget sih ni orang,kataku dalam hati.
Sesampainya di Sepinggan Balikpapan,kami masih barengan sampe pas ngambil bagasi.akhirnya saat keluar pintu kedatangan,kami berpisah.”aku duluan ya.temenku yang dari Jakarta udah datang.sampe ketemu lagi.”kata dia.aku diam.sampe akhirnya dia mbalikin badan….
“mbak….”panggilku.dia pun noleh.”boleh minta alamat fb-nya gag?”God…seumur-umur aku nggak pernah pengen temenan di f b sama orang sampai ngoyo minta alamatnya.jangankan minta alamatnya,buat nge-add duluan aja aku suka gengsi minta ampun.lha ini???
“oh boleh.sini aku tulis aja di hapemu.”akhirnya akupun menyerahkan hapeku dan si mbaknya nulis alamat fb-nya.”dadahh…mpe ketemu lagi yaa”katanya setelah selesai mengetik.aku hanya melambaikan tangan dalam diam.God…aku dapet banyak pelajaran hari ini.

postcard kenang-kenangan dr mb Intan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar